Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 20 April 2016

TANAMAN UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT PADA IKAN



Pengelolaan secara baik dapat menjaga kualitas air agar tetap stabil. Misalnya, mengganti air sekitar sepertiga volume air setiap hari akan membuat air akan tetap terjaga kualitasnya. Memberikan pakan tepat dosis, mengatur kepadatan tebar dan menjaga masuknya polutan juga akan mencegah timbulnya masalah kualitas air.
Cara lain untuk meningkatkan kualitas air yaitu dengan penggunaan tanaman. Kandungan kimia yang terkandung di dalam tanaman selain untuk meningkatkan kualitas air, juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan, mengobati penyakit dan membunuh predator atau pesaing ikan di kolam. Tanaman bisa di kelola sebagai bahan pestisida dapat membantu masyarakat peternak untuk mengembangkan pengendalian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumberdaya setempat yang terdapat dilingkungannya.

A. Tanaman untuk Meningkatkan Kualitas Air

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas air, seperti memupuk. Dengan teknik seperti itu fitoplankton dan zoopflankton tumbuh subur. Beberapa tanaman yang dapat dipakai dalam peningkatan kualitas air adalah sebagai berikut :
 
1. Lempesan (Scutellaria discolor)
a. Kandungan Kimia : daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak asiri
b. Bagian yang Digunakan : daun dan batang
c. Aplikasi :
Bagian yang penting untuk meningkatkan kualitas air adalah kulit batang. Caranya, potong tanaman ini sebanyak 60 Kg untuk kolam seluas 100 m2, lalu dijemur selama 6 jam hingga layu. Setelah itu, masukan batang Lampesan ke kolam selama 2-3 hari. Batang akan hancur sampai tersisa bagian kayu yang keras. Air akan berwarna kehijau hijauan dan menumbuhkan fitoplankton sebagai makanan zooplankton.
Derajat keasaman air yang terlalu tinggi akan berakibat buruk pada pertumbuhan ikan, seperti nafsu makan ikan kurang. Bak dengan luas dasar berukuran 24 m2 masukan lampesan sebanyak 30 Kg selama 2 hari.
 
2. Tetean (Durante repens)
a. Kandungan Kimia : daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol dan minyak asiri.
b. Bagian yang digunakan : batang dan daun
c. Aplikasi
Berfungsi memperbaiki kualitas air caranya, potong batang dan daunnya sebanyak 20 kg untuk kolam seluas 100m2. Perendaman dilakukan selama 5 hari.
Tanaman ini juga dapat mengobati ikan stres dengan cara ambil 20 kg tetean untuk luas dasar kolam berukuran 24 m2. Aplikasi perendaman cukup 2 hari yang ditandai air berwarna kehijau-hijauan. Bibit ikan direndam selama 4 jam, kemudian dapat ditebar kekolam.
 
3. Pisang (Musa paradisiaca)
a. Kandungan Kimia : buah dan pelepah mengandung saponin dan alkaloid. Buah juga mengandung tanin, sedangkan pelepah mengandung polifenol.
b. Bagian yang digunakan : inti batang semu dan bonggol
c. Aplikasi
Menurut pengalaman peternak ikan bonggol ikan sangat bagus untuk menurunkan pH air. Bagian batang tanaman pisang yang berfungsi menurunkan pH air adalah getah yang keluar dari batang dan bonggol. Caranya, ambil batang pisang berikut bonggolnya untuk luas dasar kolam berukuran 24 m2 digunakan 30 kg batang pisang. Cacah seukuran 1-2 cm agar tidak mudah busuk, selanjutnya direndam sehari lalu diambil lagi.
Pisang juga sebagai media pakan alami. Caranya, batang pisang dipotong-potong agak besar lalu dimasukkan kekolam. Lebih baik batang pisang yanmg digunakan sudah busuk. Biasanya dibatang tersebut akan tumbuh jasad renik atau cacing yang merupakan pakan ikan yang baik.